English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label pemerintah. Show all posts
Showing posts with label pemerintah. Show all posts

11 December 2009

Kelakuan Oknum PLN di Pati

KISAH OKMUM PLN DIKOTA TEMPAT TINGGALKU (PATI). Dengarkan curhatku, tentang PLN. Onde mande, siang-siang bolong datang kerumah kakaku yang buat usaha warnet. Mereka mau ganti MCB atau apalah namanya diwarnet, karena rusak..Tau-tau datang pula kerumahku..Dia bilang sich katanya mau ngecek, entah apa yang dicek. Tau-tau kotaknya dibuka, karena itu sudah kena semen, dihancurkanlah plesteran semen itu sampai sampai dindingku retak. Kata dia, kotak tidak boleh diplester. Siapa tau kalau g boleh, emang ada pemberitahuan atau penyuluhan sebelumya dari PLN. Onde mande enak kali mereka, tinggal nyalah-nyalahin orang. Ada inisialnya U, sebagai ketua operasi yang membawa 3 anak buah, dengan membawa juga polisi (S dan K), buat apa coba bawa polisi emangnya kita penjahat yang harus ditangkap. Surat tugas dia aja tidak ditunjukanya…Parah banget sich Orang Pati apa enggak ya?????

Pertama kalinya si U tadi bilang ada kerusakan, besi ato apalah ada yang putus, trus ada yang retak dibagian plastic putih itu. Mereka bilang itu bisa berbahaya harus diganti. Aku dah bilang kalau kita g mungkin bisa lakuin itu karena kita semua g tau cara-cara, tau donk kita orang awam. Justru logikanya yang bisa melakukan perusakan itu orang yang sudah mengerti seluk beluk tentang listrik, orang PLN lebih tau…..EEEEeee kok malah Orang PLN itu nulis-nulis apa banyak banget, Ayahku disuruh tandatangan, tapi g dibaca karena sudah percaya sama orang PLN it..LHO_LHO….kok malah dimatiin strumnya, gila kali orang itu. Kalo dipasang kan bisa besok baru mereka kesini ganti yang baru. Itu berarti U dan anak buahnya sudah menuduh kita sebagai pengrusak alias bersalah…Ayahku langsung spontan g bisa terima dengan tindakan U tadi…Harusnya tau dong gimana prosedurnya, emang sudah terbukti kita yang salah apa? Klo ada bukti dimeja hijaukan aja, ayo????
Tidak bisa dimintai denda-denda orang belum ada pembuktian. HOI ini Negara hukum bozz, tau hokum g sech…..
Emang kita orang awam, g punya kedudukan tapi apakah harus seperti itu bersikap, Apa masuk kerja di PLN diharuskan seperti itu????Itu sich OkmumOknum…..Orang Pati orang Indonesia juga ya………maklum cari makan.
Tapi apa dengan seperti itu harusnya cari makan???? Dengan yang bener-bener kan bisa!!! Orang mau cari makan aja disusah-susahin.
Waktu ada “dewa penolong” yang tau klo mereka mau mutusin listrik ehhhh, malah tiba-tiba mereka baik(baik ato sok baik ya?) Apa karena kedudukan, mereka g jadi mutusin listriku? Klo aku yang jawab sich pasti jawabanya YA. Ato mereka takut, HIIIIIIiii……Kacian deh lu!!!!!
Sekarang apa maunya U dan kawan-kawan tadi???aye ladenin….Oya da juga tuduhan, waktu ada pengukuran sesaat, ada -7,5% katanya sich ada curi gitu…Dilihat dulu donk apa penggunaan dirumah ayahku melebihi penggunaan yang sudah ditentukan PLN.. Jangan bertindak dulu baru mikir, mikir dulu baru ngomong!!!TAU!!!!
Kalo g ada bukti kenapa ayahku suruh tandatangan apa itu gak jelas semua. Kalo berani laporkan aja, tapi harus ada bukti, punya g????Papula ni orang cari pity, carok, ndemande…….tempe enak rasane. Si U ni aja ngomongnya beda dengan yang pertama kali mau buka kotak itu, dia bilang dibuka buat dicek apa ada kerusakan untuk nanti diganti>>>>>OOOOOOO lain pula belakangnya….Anak orang-anak orang…
Tahu prosedur hokum di Indonesia g sichhh. Aku kasih tau klo g tau..hehehe…baca aja sendiri!!!!!
| Read More About “Kelakuan Oknum PLN di Pati”

14 October 2009

Tradisi Sedekah Bumi Di Desa Saya

PATI - Setiap satu tahun sekali, masyarakat Desa Kebowan, Kecamatan Winong, mengadakan bersih-bersih desa atau yang lebih dikenal dengan Sedekah Bumi. Acara ini untuk meminta berkah dari sang pencipta, selain juga untuk menolak bala atau petaka.

"Tradisi Sedekah Bumi perlu dilestarikan untuk diambil hikmahnya. Sebab keberadaan Sedekah Bumi, juga mengingatkan kita untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan," ujar Kepala Desa Kebowan Sudirman, kemarin (27/11).
Menurutnya, acara itu juga merupakan media bagi masyarakat Desa Kebowan untuk bersilaturahim. Karena, berbagai kegiatan yang digelar memang untuk masyarakat desa.

Sehingga, lanjutnya, masyarakat yang merasa terkotak-kotak dalam pemilihan kepala desa (pilkades) mau berbaur kembali. "Kalau masyarakat berkumpul jadi satu kan tidak ada yang merasa kubu-kubuan. Semuanya dapat berbaur menikmati hiburan rakyat ini, sehingga tidak ada istilah perpecahan," jelasnya.

Dalam acara Sedekah Bumi, itu kegiatan yang digelar antara lain pagelaran wayang kulit, ketoprak, atraksi pecak silat anak-anak remaja, serta musik dangdut. Acara ini digelar mulai 25 hingga 27 November.

Acara itu, ungkapnya, diambilkan dari uang hasil lelang bondo desa seluas 3,5 hektare. Sehingga, masyarakat tidak merasa terbebani untuk membayar iuran untuk menggelar acara tersebut.

Sudirman menjelaskan bahwa acara Sedekah Bumi diharapkan juga mampu mengurangi penderitaan yang dialami pendudukannya yang ada sekitar 1.300 jiwa. Sebab, setiap tahun, Desa Kebowan selalu terjadi kekeringanan, yakni antara Juli-November.

Padahal, sekitar 90 persen penduduknya merupakan petani yang selalu bergantung pada air. "Semoga Tuhan melimpahkan rezeki kepada masyarakat untuk tidak memberikan kekeringan. Selain itu, kita juga berharap pemerintah mau membantu masyarakat yang selalu kesulitan air bersih," ujarnya. (ris)

| Read More About “Tradisi Sedekah Bumi Di Desa Saya”

9 July 2009

Penerbitaan Uang Pecahan Rp,2000

Penerbitaan Uang Pecahan Rp,2000

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia, Kamis (9/7), secara resmi meluncurkan uang kertas baru pecahan Rp 2.000 tahun emisi 2009 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang
pengedaran uang yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar,” sebut Pjs Gubernur Bank Indonesia, Miranda S Goeltom, dalam siaran pers BI.

Uang pecahan baru ter
sebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak. Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009. Peluncuran uang ini dilakukan di Banjarmasin hari ini.

"Pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa," sebutnya.

Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet.

Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tunanetra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Selain itu, seperti pada saat mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp 100.000 dan Rp 20.000 tahun emisi 2004, serta Rp 50.000 dan Rp 10.000 tahun emisi 2005, Bank Indonesia juga mengeluarkan Uncut Banknotes Rp 2.000 (uang khusus yang belum dipotong/uang bersambung) sebanyak 4.700 lembaran dengan jenis uang bersambung masing-masing berisi 2 bilyet, 4 bilyet, dan 50 bilyet.

Sebagai benda koleksi, Uncut Banknotes ini lazim dikeluarkan di berbagai negara sebagai penerbitan uang khusus.

Sumber: Kompas.com

| Read More About “Penerbitaan Uang Pecahan Rp,2000”
previous home

Mau Cari Apa ?

Berlangganan

kirim update terbaru dari

54K1J0 Site langsung ke Email anda!

ADS KAMU Berlangganan 54k1j0 Site Melaui Email

Adsense Indonesia

Statistik

free counters

banner x-change

 

recent comment

Teman-TemanKU

Recent Post